#RefleksiAkhirTahun
Regulasi Emosi Hadapi Hidup Warna-Warni
Meski demikian, setidaknya kita bisa belajar dari alur cerita hidup kita pada episode 2024. Setiap kita pasti memiliki episode dan drama hidup yang berbeda - beda. Namun yang pasti adalah drama hidup ditahun 2024 warna - warni.
Adakalanya kita diberi peran sebagai orang yang bahagia, lain waktu Allah ngasih peran kita sebagai orang sedih dan saking sedihnya sampai kita tidak bisa mengeluarkan air mata ketika menangis karena saking dalam lukanya dan mengoyak batin kita berkali - kali.
Entah itu drama sedih, bahagia, tangis atau tawa yang pasti sampai detik ini kita masih bertahan. Saya sendiri merefleksikan bahwa tahun 2024 adalah tahun Regulasi Emosi.
Drama - drama hidup yang tak pernah terfikirkan dan saya prediksi bisa terjadi. Tentu saja sebagai manusia ini menjadi pengalaman baru dan menguras emosi. Sedih, tangis, tawa dan bahagia bercampur menjadi satu sehingga rasanya tidak terasa lagi ketika dikunyah oleh hati dan fikiran.
Pada akhirnya saya harus sadar, sesadar- sadarnya bahwa Allah memang punya kuasa. Allah memang berkuasa atas diri kita. Dan Allah paling tahu tentang kita melebih rasa tahu diri kita sendiri.
Kesadaran ini saya tanamkan agar tidak begitu kecewa saat terluka, agar tidak marah ketika Allah memberikan peran kita di luar yang kita bayangkan. Dan paling penting adalah agar kita sadar, mengerti, memahami dan meyakini bahwa Allah punya kuasa penuh atas diri kita.
Dia bisa membolak balikan hati kita, Dia bisa mengarahkan perjalanan kita, Dia bisa menghembuskan semua rasa kepada hati dan batin kita. Dan Allah pun bisa mematikan kita sewaktu - waktu.
Refleksi akhir tahun menjadi hal penting agar kita bisa belajar dari soal - soal ujian yang Allah berikan kepada kita. Dan yang pasti, drama drama yang dramatis dan pernah kita alami adalah wujud kasih sayang Allah kepada hambaNya.
Kita yang terkadang sok tahu, sok menguasai diri kita, soa faham tentang masa depan kita sampai - sampai melupakan Allah. Padahal surat cinta Dia rutin kita baca, rutin kita artikan tetapi mata batin kita tumpul karena ada noda dendam, noda benci dan noda amarah serta prasangka sehingga ketajaman batin kita terhijab oleh itu semua.
Semoga apa yang pernah terjadi soal prasangka buruk kita kepada Allah sehingga kita terluka bisa diregulasi. Bicaralah secara jujur dengan diri kita sendiri, sebesar apakah nikmat yang Allah berikan ke kita sampai terkadang kita mengabaikan hanya karena keinginan kita tidak dipenuhi Allah.
Bukan Dia tidak mau memberi atau mengabulkan permohonan kita, melainkan Dia ingin sekali berlama - lama berkhalwat dengan Dia pada sepertiga malam, Dia ingin mendengarkan untaian kata sasatra kita dalam doa dikeheningan malam.
Allah tahu kita, terkadang tidak cukup diberikan nasehata melalui kata - kata yang ia sampaikan di Al Qur;an makanya Allah cubit kita, Allah tampar kita dan Allah pantik hati kita sampai terluka.
Sakit? Sudah pasti tapi hanya dengan cara begitu kita menjadi sadar dan terbangun dari mimpi buruk. Kita mesti sadar bahwa Allah lebih tahu tentang kita, Allah lebih ngerti tentang masa depan kita.
Kita cuma sampai pada garis berusaha dan berdo'a, sedangkan hasil Allah tidak memberikan ruang itu untuk kita. Dia yang berkuasa, Dia yang menentukan atas apa yang kita usahakan.
Yang pasti kasih sayang, rakhmat dan cinta Allah jauh lebih besar, jauh lebih luas ketimbang hukuman yang Dia siapkan untuk kita. Ayoo kita masuk gerbang baru tahun 2025 dengan semangat dan belajar dari tahun 2024.
Percayalah, Allah sudah siapkan skenario terbaik kita. Boleh jadi ada keinginan yang belum terkabulkan dan mungkin baru akan Allah berikan ditahun 2025.
Skenario Allah itu detail, detail banget maka percayakan sepenuhnya kepada Allah. Serahkan diri kita ke Dia, katakan pada Dia "Ya Allah engkau kuasa atas diri hamba, Engkau lebih tahu tentang hal terbaik untuk kita masa saya serahkan diri saya sepenuhnya kepada diriMu"
Selamat memasuki gerbang baru tahun 2025
Semangat !
Penulis,
Karnoto
Social Footer