Perubahan apapun baik secara personal maupun perubahan sosial selalu diawali kegelisahan. Nabi Muhammad melakukan perubahan sosial karena gelisah melihat kondisi ummat yang jahiliah.
Sedikit gambaran situasi jahiliah, bayi perempuan dikubur hidup hidup, perdagangan manusia hingga perbudakan dan penindasan yang lemah oleh yang berkuasa.
Dari kegelisahan sosial inilah Rasul mulai bangkit. Pelan tapi pasti akhirnya perubahan sosial itu terjadi.
Dalam konteks Indonesia, dulu para pejuang dan ulama gelisah melihat penjajahan lalu mereka bergerak dan jadilah Indonesia merdeka.
Syekh Hasyim Asyari gelisah melihat situasi ummat lalu bergerak dan mendirikan pondok pesantren serta organisasi NU dan terjadilah perubahan. Begitupun Ahmad Dahlan, dia gelisah melihat kondisi ummat lalu bergerak dan mendirikan Muhammadiyah dan terjadilah perubahan.
Dan kita pun sejatinya mengelola kegelisahan untuk melakukan perubahan. Jadi gelisah tidak selamanya negatif bahkan justru menjadi pemicu dan titik awal kita mulai melakukan perubahan.
Gelisah melihat kondisi ekonomi keluarga yang kurang sejahtera lalu kita bergerak, gelisah soal masa depan lalu kita pun bergerak. Karena perubahan selalu dimulai dari Kegelisahan.
Ketika seorang Ayah gelisah tentang anaknya lalu bergerak dan mulai melakukan perubahan. Ketika seorang sarjana gelisah karena belum bekerja lalu bergerak untuk perubahan.
Ketika seorang ibu gelisah melihat keadaan lalu bergerak dan terjadilah perubahan. Justru aneh kalau kita tidak gelisah melihat keadaan kita.
Tapi kita mesti punya skill bagaimana mengelola kegelisahan menjadi energi untuk memulai bergerak. Soal dalam perjalanannya ada kerikil, hujan dan terik matahari itu soal lain.
Itu semua adalah tiket untuk menuju perubahan. Tidak ada perubahan tanpa pengorbanan, tidak ada perubahan bisa dilakukan dalam sekejap mata semua by proses maka nikmatilah proses demi proses sampai kita lelah.
Karena kita dibolehkan lelah tapi tidak boleh menyerah. Bergeraklah laksana air, dihimpir bebatuan air mencari cela untuk bisa mengalir.
Air yang tidak bergerak akan membusuk dan beracun. Begitupun kita, kalau diam maka akan dipenuhi racun, racun itu berupa pesimisme, menyerah dan tumbang oleh keadaan.
Jangan ya dek! Ayoo kelola kegelisahan kita menjadi energi seperti air dirubah menjadi energi listrik yang menjadi penerang ummat. Paling tidak penerang diri sendiri dan keluarga kita.
Karnoto
Social Footer