![]() |
Keterangan Foto: Taman Hutan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Foto diambil pada Februari 2025. |
CatatanPsikologi
Ketika Batin Kita Terikat
Kita mesti sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini atas izin Allah.
Ikatan batin tidak tergantung lama atau singkatnya waktu. Batin kita akan terikat ketika ada ikatan emosional yang dalam. Dalam teori Psikologi, segala sesuatu yang berjalan alamiah tanpa direncanakan tapi emosional maka sulit dilepas karena batinya sudah terikat.
Semakin berusaha lepas maka semakin dalam tertanam. Ini berbeda dengan sesuatu yang direncanakan maka akan mudah dilepaskan. Mengapa sulit dilepas? Karena yang terikat bukan fisik melainkan batin kita.
Ikatan batin inilah yang memperdalam dan sulit dilepas karena batin tidak bergantung ruang dan waktu. Ikatan batin terkoneksi layaknya cahaya. Ketika seseorang batinya terikat maka mampu bicara dalam diam, bisa merasakan apa yang dirasakan seseorang yang saling terikat.
Untuk mendeteksi apakah ada ikatan batin kita dengan seseorang, salah satunya adalah, seringkah tiba -tiba kita merasakan perubahan emosional secara mendadak?. Contohnya begini, kita sebenarnya sedang dalam baik - baik saja tapi tiba-tiba secara alamiah ada perubahan emosi, entah menjadi sedih sampai tak terasa keluar air mata padahal tidak ada sesuatu yang kita alami saat itu tapi mendadak sedih hingga keluar air mata.
Pada saat bersamaan dengan perubahan emosi itu kita tertuju pada seseorang. Kalau ini terjadi pada kita maka artinya ada ikatan batin kita dengan seseorang itu. Begitu pun sebaliknya, seseorang itu juga sering mengalami perubahan emosi secara mendadak dan yang teringat olehnya adalah kita.
Ikatan batin seperti ini ilmiah baik ditinjau dalam perspektif Psikologi maupun ilmu lain, seperti Agama. Seseorang yang mengalami ikatan batin juga bisa saling mendoakan, memotivasi atau sharing bahkan curhat seperti sedang bicara langsung meski tidak bertemu fisik tapi bisa dirasakan oleh seseorang yang ada ikatan batin.
Lalu bagaimana maintenance situasi seperti ini? Jalan tengahnya adalah menerima semua itu. Diterima aja atau bahasa gaulnya berdamai dengan realita. Sebab kalau kita menolak atau melawan maka akan berdampak pada psikis dan ini berbahaya untuk kesehatan fisik dan mental.
Kita mesti sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini atas izin Allah. Jadi, ketika kita sedang dalam fase terikat batin dengan seseorang maka terimalah itu sebagai bagian dari takdir dan anugerah dari Tuhan.
Selanjutnya setelah kita menerima adalah konsultasi ke Allah. Ajak bicara Dia usai shalat, terutama shalat Qiyamulail. "Ya Allah, kalau Kau memang ridho ikat kami dalam syariatMu agar ada ketentraman diantara kami. Kalau tidak, maka kembalikan suasana batin seperti semula," itulah doa terbaik sebagaiman nasehat ulama.
Mengapa kita awali permintaan dengan kata ridho? Karena kalau Allah ridho maka akan diatur sempurna,detail dan runut. Kita mesti belajar untuk melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi, apalagi urusan seperti ini yang sudah pasti kita tidak punya kemampuan. Bukankah Allah yang bisa membolak - balikan hati ?
Allah itu lebih tahu tentang diri kita melebihi kita sendiri. Jangkauan Allah luas dan panjang sementara kita sangat terbatas. Boleh jadi sesuatu hal tidak kita senangi tapi justru itu kebaikan untuk kita dalam pandangan Allah dimasa mendatang.
Allah takdirkan batin kita terikat dengan seseorang boleh jadi bagian proses pembelajaran agar tiba saatnya nanti kita sudah lebih siap. Allah itu tahu kemampuan dan kelemahan kita maka ketika Dia ingin menguatkan mental kita pasti akan ditraining dulu.
Berbaik sangkalah kepada Allah dan percayalah ke Dia akan selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Terpenting adalah tenang dan temui Allah diwaktu waktu khusus supaya obrolan kita dengan Allah tidak ada noise sehingga kita bisa diberi kelapangan, kejernihan dan keikhlasan memetik pesan yang ingin Allah sampaikan melalui batin terikat.
Terluka ! sudah pasti, sakit otomatis. Tapi disitulah cahaya Allah bisa masuk. Karena dengan luka kita akan lebih merasa butuh dengan Allah, karena dengan rasa sakit kita menjadi tahu bahwa Allah adalah obat penenang yang terbaik.
Kita juga mesti sadar bahwa yang menanamkan rasa ke dalam hati kita sesungguhnya Allah, bukan kita. Itulah mengapa cinta tidak bisa direkayasa atau dimanipulasi karena itu sudah menyangkut urusan hati dan kita sama - sama tahu bahwa yang memiliki hati kita adalah Allah. Dialah yang punya kuasa atas hati kita, Dialah yang punya kewenangan membolak balikan hati kita.
Saat kita ikhlas menerima maka kalimat cinta Allah akan terdengar jelas dan kita diberi kemampuan mencerna. "Aku (Allah) tidak akan membebani hambaNya melebihi batas kemampuan seorang hamba" .
Dan ingat ini, serumit dan sepanjang apapun jalannya kalau sudah ditakdirkan maka pasti terjadi. Jadi, tenang aja. Terpenting adalah kita senantiasa memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Dalam ayat lain di Qur'an, Allah juga ngasih kalimat romantis. "Ingatlah Aku (Allah) baik dalam keadaan duduk, berdiri ataupun berjalan maka hatimu akan tenang"
Yang tenang, terimalah bahwa itu adalah bagian takdir, jangan lelah saling mendoakan dan selebihnya serahkan urusannya ke Allah biar Dia yang mengatur.
Banjar Agung Indah
Senin, 17 Februari 2025
Penulis,
Karnoto
Penulis,
Karnoto
Social Footer