Breaking News

Muhammad, Cinta dan Derita [Serial Ramadhan-Bagian Ke-6]


#SerialRamadhan
Muhammad, Cinta dan Derita

Secara fisik mekanik Nabi Muhammad adalah manusia normal seperti kita. Dia berdarah ketika kena panah, dia pernah sakit, merasakan sedih ketika ditinggal keluarganya meninggal dunia, dia juga menikah, tidur, makan dan minum termasuk jalan -jalan, berdagang dan suka kerapian, singkatnya normal seperti kita.

Rasul tak pernah lihat Ayahnya selama di dunia karena meninggal sebelum Rasul lahir. Tak lama setelah Rasul tumbuh menjadi anak - anak, ibunya juga meninggal dunia. Dan tragisnya lagi, cucu Rasul meninggal dalam karena dibunuh, kepalanya dipenggal dan diarak, sangat tragis. Peristiwa kita kenal Tragedi Karbala. Rasul juga ditinggal istri disaat lagi banyak hujatan. Disusul kematian pamannya.

Adakah diantara kita mengalami situasi sesedih Rasul? Rasanya tidak ada ya, tapi kita seperti orang paling sedih sedunia ketika masa kesedihan datang, itupun tidak lama dan tidak seekstrim Rasul.

Rasul juga pernah menderita, menderita saat diembargo tiga tahun oleh kafir Quraisy sampai Rasul mengikat batu di perutnya untuk survival supaya tidak lapar. Rasul pernah menderita ketika dikriminalisasi sampai disebut orang gila, tukang ngibul, dukun dan penyihir.

Rasul juga pernah diusir dari kampung halamannya, pernah dihujani batu, dikeja - kejar sampai mau dibunuh.
Adakah diantara kita se menderita Rasul? Rasanya tidak ada ya. Tapi kita merasa paling menderita di dunia ketika derita itu menghampiri kita.

Rasul pernah diludahi oleh seseorang berhari-hari, tapi siapa yang kali pertama kali menengok dia ketika sakit? Rasul., ya Rasul yang kali pertama jenguk orang ini sampai bergetar dia dan akhirnya masuk Islam karena akhlak mulia Rasul.

Rasul pernah dihina oleh orang buta di sebuah pasar, tapi siapa yang menyuapi berhari - hari orang buta ini? Dialah Rasul. Sampai Rasul meninggal si buta ini merasa kehilangan karena tidak ada lagi yang rutin menyuapi dia.

Sebelum wafat, Rasul menitip pesan ke sahabatnya agar melanjutkan kebiasaan dia menyuapi si kakek buta di pasar.

Sahabat Rasul pun menuju pasar dan menjumpai kakek buta itu dan menyuapinya. Tapi si kakek buta ini menampik dan tidak mau disuapi.
"Kenapa Kek, saya orang yang biasa menyuapi kakek selama ini," kata sahabat nabi ini.
"Kamu bukan orang yang biasa menyuapi saya. Dia sangat lembut sekali," kata si Kakek.

Anda bayangkan Abu Bakar itu sahabat nabi yang paling lembut tapi kakek buta merasakan Rasul jauh lebih lembut, selembut apa cinta kemanusiaan Rasul?

Abu Bakar pun akhirnya terus terang bahwa dirinya bukan orang yang selama ini menyuapi, karena orang yang selama ini menyuapi telah wafat.

Awalnya si Kakek hanya merasa kehilangan, tapi berubah histeris dan lemas setelah diberi tahu bahwa orang yang selama ini menyuapi adalah Muhammad, dia yang selama ini Kakek hina, orang yang selama dia caci dan dijelekan bahkan disebut orang gila.

"Emang siapa orang itu? Tanya Kakek buta
"Beliau Muhammad, orang yang kakek hina selama ini," jawab Abu Bakar.

Si kakek langsung lemes dan menangis karena ternyata orang yang dia hina selama ini adalah orang yang menyuapinya selama ini pula. Akhirnya orang ini masuk Islam karena kemuliaan Rasul.

Adakah diantara kita yang punya rasa kemanusiaan seperti Rasul? Rasanya tidak ada ya!
Rasul juga hobi jalan-jalan, mulai dari Mekah sampai ke negeri Syam /Palestina. Berhari -hari Rasul melakukan jejak petualang dan berdagang.
Rasul juga pernah gadai pakaian perang, pernah ditipu, jatuh cinta, disakiti tapi Rasul tak pernah membenci, tak pernah dendam.

Kalau kita baca perjalanan hidup Rasul seperti ada dalam buku Sirah Nabawiyah tak terasa kita akan menangis. Sebegitu mulianya Rasul, sebegitu baiknya Rasul, sebegitu sopanya Rasul tapi hidupnya dibuat tidak ideal oleh Allah.
Padahal Allah sendiri yang bilang bahwa Rasul adalah kekasihNya, tapi Allah juga yang mendesain hidup Rasul tidak ideal.

Rasul itu kekasih Allah makanya dapat tempat istimewa. Bisa menembus ruang cahaya yang Malaikat Jibril sendiri tidak sanggup masuk ke ruang itu karena kalau Jibril memaksa masuk maka akan hancur seperti butiran pasir.

Itulah mengapa Jibril tidak mengantarkan Rasul ke singgasana Allah karena cahaya Jibril berbeda dengan cahaya yang ada di Rasul.

Ada juga kisah malaikat yang kedua sayapnya dipatahkan Allah dan dilempar ke sebuah pegunungan sampai yak berdaya.

Oleh Jibril ditanya mengapa sampai bernasib seperti itu? "Karena saat Rasul datang saya tidak bershalawat lalu Allah patahkan sayap saya dan dilempar" jawab Malaikat itu.

Oleh Jibril lalu dibawa menghadap Allah agar diampuni dan bershalawat seketika kembali lagi kedua sayapnya.
Anda bayangkan sendiri, sebegitu istimewanya shalawat Rasul di sisi Allah sampai malaikat saja sayapnya dipatahin oleh Allah.

Tak cukup rasanya menuliskan sejarah Rasul, nabi kita yang sangat mencintai kita sampai diujung wafatnya Rasul masih mengkhawatirkan nasib ummatnya kelak di akhirat "Ummati, Ummati, Ummati" kata Rasul jelang kematiannya.

Semoga kita menjadi umat Rasul yang kelak mendapat Syafaat darinya sehingga bisa berkumpul bersamanya, berkumpul bersama Umar bin Khattab, berkumpul bersama Utsman, Ali Abu Bakar dan para sahabat nabi.

Berkumpul bersama Fatimah, Khadijah, Maryam, Aisyah dan lainnya. Aamiin ya Allah.
Ramadhan
Penulis,
Karnoto

Type and hit Enter to search

Close